Archive for Juli 2013
Pemuda yang Istiqamah Shalat Subuh
0
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Kisah ini diceritakan oleh Khalid al-Jubair seorang dokter konsultan penyakit jantung di Riyadh sebagai berikut :
Suatu hari, aku mendapat giliran jaga. Tiba-tiba aku dipanggil ke ruang gawat darurat, di sana ada seorang pemuda berusia 16 - 17 tahun sedang menghadapi 'sakaratul maut'.
Orang-orang yang datang bersamanya bercerita, "Dia sebelumnya sedang membaca Al-Qur'an di masjid menunggu iqamah shalat subuh. Ketika iqamah dikumandangkan, dia mengembalikan mushafnya ke tempat semula, lalu berdiri lurus dengan barisan. Tiab-tiba dia roboh pingsan dan kami membawanya ke sini.
Beberapa menit kemudian, aku kembali, aku melihat pemuda itu memegang tangan perawat, sedangkan perawat itu mendekatkan telinganya ke mulut sang pasien yang sedang berbisik kepadanya.
Beberapa saat kemudian pemuda itu melepaskan tangan sang perawat, kemudian mengucap, "Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah" (aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah).
Dia berulang kali membacanya sampai dia meninggalkan dunia yang fana' ini dan perawat itu pun menangis.
Kami heran melihat dia menangis, karena ini bukan pertama kali dia melihat orang meninggal atau sekarat. Ketika dia agak tenang, kami bertanya, "Apa yang dibisikkan pemuda itu kepadamu dan kenapa kamu menangis..?"
Dia menjawab, "Dokter Khalid, ketika dia melihat Anda menyuruh saya untuk segera menanganinya serta Anda mondar-mandir, dia tahu bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab merawatnya, lalu dia memanggil saya dan berbisik, ...
'Katakan kepada dokter jantung itu, janganlah dia menyusahkan diri sebab aku ini sudah mati. Demi Allah, aku sungguh melihat bidadari dan aku melihat tempatku di surga.' Kemudian dia melepaskan tangan saya."
Sumber : buku "Kisah-Kisah Penggugah Jiwa" oleh : Abdurrahman Bakar
Salam,
Uwie
Suatu hari, aku mendapat giliran jaga. Tiba-tiba aku dipanggil ke ruang gawat darurat, di sana ada seorang pemuda berusia 16 - 17 tahun sedang menghadapi 'sakaratul maut'.
Orang-orang yang datang bersamanya bercerita, "Dia sebelumnya sedang membaca Al-Qur'an di masjid menunggu iqamah shalat subuh. Ketika iqamah dikumandangkan, dia mengembalikan mushafnya ke tempat semula, lalu berdiri lurus dengan barisan. Tiab-tiba dia roboh pingsan dan kami membawanya ke sini.
Beberapa menit kemudian, aku kembali, aku melihat pemuda itu memegang tangan perawat, sedangkan perawat itu mendekatkan telinganya ke mulut sang pasien yang sedang berbisik kepadanya.
Beberapa saat kemudian pemuda itu melepaskan tangan sang perawat, kemudian mengucap, "Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah" (aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah).
Dia berulang kali membacanya sampai dia meninggalkan dunia yang fana' ini dan perawat itu pun menangis.
Kami heran melihat dia menangis, karena ini bukan pertama kali dia melihat orang meninggal atau sekarat. Ketika dia agak tenang, kami bertanya, "Apa yang dibisikkan pemuda itu kepadamu dan kenapa kamu menangis..?"
Dia menjawab, "Dokter Khalid, ketika dia melihat Anda menyuruh saya untuk segera menanganinya serta Anda mondar-mandir, dia tahu bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab merawatnya, lalu dia memanggil saya dan berbisik, ...
'Katakan kepada dokter jantung itu, janganlah dia menyusahkan diri sebab aku ini sudah mati. Demi Allah, aku sungguh melihat bidadari dan aku melihat tempatku di surga.' Kemudian dia melepaskan tangan saya."
Sumber : buku "Kisah-Kisah Penggugah Jiwa" oleh : Abdurrahman Bakar
Salam,
Uwie
By : Unknown
Kelemahan Wanita yang Sangat Fatal
0
Kaum 'feminis' bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak Ada pada lelaki.
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA".
Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?
1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
2.Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal dunia karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan terhadap! 4 wanita, yaitu: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung-jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita!!
KELEMAHAN WANITA ITU ADALAH:
"Wanita selalu lupa betapa berharga dirinya"
Salam,
uwie
Kaum 'feminis' bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak Ada pada lelaki.
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA".
Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?
1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
2.Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal dunia karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan terhadap! 4 wanita, yaitu: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung-jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita!!
KELEMAHAN WANITA ITU ADALAH:
"Wanita selalu lupa betapa berharga dirinya"
Salam,
uwie
By : Unknown
Dosa yang Lebih Besar dari Berzina
0
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyun g. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musaa.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina. "Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. ;
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina"
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun
di dunia.
Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
Salam,
Uwie
gambar hanya ilustrasi
Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musaa.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina. "Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. ;
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina"
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun
di dunia.
Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
Salam,
Uwie
By : Unknown
Manfaat dan Tujuan Ta'aruf
0
Ta’aruf itu sebenarnya hanya untuk
penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa
sreg bisa menyudahi ta’arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu
putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah beraut sehingga kalau tidak
cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta’aruf, yang Insya Allah
niatnya untuk menikahi Lillahi Ta’ala, kalu tidak cocok bertawakal saja,
mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.
Sebelumnya telah kita bahas mengenai PACARAN, fenomena PACARAN yang terjadi pada saat ini lebih membawa keburukan dikalangan remaja bukan untuk tahap saling perkenalan sebelum menuju gerbang ikatan yang suci yaitu sebuah pernikahan, ini lebih cenderung pada mendekati zinah.... dalam Islam sebenarnya tahap perkenalan sebelum pernikahan itu ada, istilahnya adalah TA'ARUF, bukan PACARAN yang sedang nge-Trend saat ini.. dan TA'ARUF ini lebih banyak manfaatnnya daripada PACARAN. Berikut adalah manfaat sekaligus tujuan dari TA'ARUF :
Pertama:
Ta’aruf itu sebenarnya hanya untuk
penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa
sreg bisa menyudahi ta’arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu
putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah beraut sehingga kalau tidak
cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta’aruf, yang Insya Allah
niatnya untuk menikahi Lillahi Ta’ala, kalu tidak cocok bertawakal saja,
mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.
Kedua:
Ta’arauf itu lebih fair. Masa penjajagan
diisi dengan saling tukar informasi dengan saling tukar informasi mengenai diri
masing-masing baik kebaikan maupun keburukan, bahkan kalau kita tidurnya sering
ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak
menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Bagitu pula dengan
kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, engga bisa
masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi
juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, keluarga , dan
orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini
berbeda dengan orang yang pacaran yang biasanya semu dan kepura-puraan. Yang
perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi
sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek
tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen, atau
hasil ngerengek ke orang tua tuh).
ketiga:
Dengan ta’aruf kita bisa berusaha
mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang
sesingkat-singkatnya (hehhe kaya proklamasi). Hal ini bisa terjadi karena kedua
belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri, baik kelebihan maupun
kekurangan. Ini kan termasuk penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan
dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap mesra tapi belum
bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?
Keempat:
Melalui ta’aruf kita boleh mengajukan
kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah
tapi kalu ada yang kurang sreg bisa dipertimbangkan dengan memakai hati dan
pikiran yang sehat. Keputusan akhir puntetap berdasarkan dialog dengan Allah
melalui sholat Istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran.
Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap
bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau
sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.
Kelima:
Kalau memang ada kecocokan, biasanya
jangka waktu ta’aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama.
Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina, termasuk zina hati.
Selain itu tidak ada perasaan “digantung” pada pihak perempuan. Karena semuanya
sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunnah Rasulullah yaitu menikah.
Keenam:
Dalam ta’aruf tetap dijaga adab
berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihak ketiga yang
memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhawalat (berdua-duaan) kecil yang artinya
kita terhindar dari zina.
Na, ternyata ta’aruf banyak kelebihannya
dibandingkan dengan pacaran dan Insya Allah diridhoi. Jadi, sahabat… kita mau
mencari kebahagiaan dunia akhirat dan menggapai ridhoNya atau mencari kesulitan,
mencoba-coba melanggar dan mendapat murkaNya?
By : Nochalia
Sumber : http://lia-purwati.blogspot.com/
By : Unknown
Nabi Muhammad SAW. tidak Ridha Umatnya di Neraka
0
Sahabat pembaca, mari sejenak kita sisipkan awktu untuk membaca kisah ini, kisah yang sangat mengharukan, air mata tak dapat dibendung lagi karena Subhanallah kecintaan Nabi terhadap kita semua begitu besar.
“Ya Allah, izinkan aku memberi syafa’at kepada mereka itu walau mereka hanya punya iman sebesar zarrah.”
Dalam mau’izhahnya Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff mengisahkan ihwal RasulullahSAW mencari umatnya yang masih terselib di neraka.
habib ali zaenal abidin al kaff 150x150 Nabi tidak Ridha Umatnya di Neraka Ketika surga dan neraka telah terkunci, dan semua umat manusia telah dimasukkan kedalam surga dan neraka sesuai dengan amalannya dan mereka telah menikmati ganjaran atau merasakan hukuman atas apa yang mereka kerjakan dalam waktu yang begitu lama, Allah SWT menanyakan kepada Malaikat Jibril, subhanallah sesungguhnya Allah Maha tahu, “Apakah ada umat Muhammad SAW yang masih tertinggal di dalam neraka?”
Maka Malaikat Jibril pun pergi ke neraka Jahanam.
Neraka Jahanam yang begitu gelap tiba-tiba berubah menjadi terang benderang karena kedatangan Jibril.
Para penghuni Jahanam pun bertanya-tanya, siapakah yang datang, mengapa Jahanam tiba-tiba-tiba terang benderang.
Malaikat Jibril pun menjawab bahwa dia adalah Malaikat Jibril, yang diutus oleh Allah SWT untuk mencari apakah ada umat Muhammad yang masih terselib di neraka Jahanam.
Tiba-tiba sekelompok orang berteriak, “Sampaikan salam kami kepada Rasulullah SAW,beri tahu kan keadaan kami ditempat ini kepada beliau.”
Jibril pun keluar dari neraka Jahanam dan pergi ke surga untuk memberitahukan hal itu kepada Rasulullah.
Rasulullah begitu bersedih mendengar bahwa masih ada umatnya yang tertinggal di dalam neraka dalam waktu yang sudah begitu lama. Beliau tidak ridha ada umatnya yang masih tertinggal di neraka walau dosanya sepenuh bumi.
Rasulullah SAW pun bergegas hendak pergi neraka.
Tapi di perjalanan beliau terhadang oleh garis batas Malaikat Israfil. Tidak ada seorang pun boleh melintasi garis itu kalau tidak seizin Allah SWT.
Rasulullah SAW pun mengadu kepada Allah SWT, dan akhirnya beliau diizinkan.
Tapi sesudah itu Allah SWT mengingatkan Rasulullah bahwa umat itu telah meremehkan beliau. “Ya Allah, izinkan aku memberi syafa’at kepada mereka itu walau mereka punya hanya punya iman sebesar zarrah.”
Sesampainya Rasulullah di neraka Jahanam, padamlah api neraka yang begitu dahsyat itu.
Penduduk Jahanam pun berucap, “Apa yang terjadi, mengapa api Jahanam ini tiba-tiba padam? Siapakah yang datang lagi?”
Rasulullah SAW menjawab, “Aku Muhammad SAW yang datang, siapa di antara kalian yang jadi umatku dan punya iman sebesar zarrah, aku datang untuk mengeluarkannya .”
Demikianlah kecintaan Rasulullah kepada umatnya, beliau akan memperjuangkan ya sampai di hadapan Allah SWT.Lalu bagaimana kecintaan kita sebagai umat Rasulullah SAW kepada pribadi yang begitu agung itu? UJ dalam lagunya memberi pesan agar kita bershalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, tentu juga Nabi ingin agar kita taat kepada Allah SWT.
Salam,
Uwie
“Ya Allah, izinkan aku memberi syafa’at kepada mereka itu walau mereka hanya punya iman sebesar zarrah.”
Dalam mau’izhahnya Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff mengisahkan ihwal RasulullahSAW mencari umatnya yang masih terselib di neraka.
habib ali zaenal abidin al kaff 150x150 Nabi tidak Ridha Umatnya di Neraka Ketika surga dan neraka telah terkunci, dan semua umat manusia telah dimasukkan kedalam surga dan neraka sesuai dengan amalannya dan mereka telah menikmati ganjaran atau merasakan hukuman atas apa yang mereka kerjakan dalam waktu yang begitu lama, Allah SWT menanyakan kepada Malaikat Jibril, subhanallah sesungguhnya Allah Maha tahu, “Apakah ada umat Muhammad SAW yang masih tertinggal di dalam neraka?”
Maka Malaikat Jibril pun pergi ke neraka Jahanam.
Neraka Jahanam yang begitu gelap tiba-tiba berubah menjadi terang benderang karena kedatangan Jibril.
Para penghuni Jahanam pun bertanya-tanya, siapakah yang datang, mengapa Jahanam tiba-tiba-tiba terang benderang.
Malaikat Jibril pun menjawab bahwa dia adalah Malaikat Jibril, yang diutus oleh Allah SWT untuk mencari apakah ada umat Muhammad yang masih terselib di neraka Jahanam.
Tiba-tiba sekelompok orang berteriak, “Sampaikan salam kami kepada Rasulullah SAW,beri tahu kan keadaan kami ditempat ini kepada beliau.”
Jibril pun keluar dari neraka Jahanam dan pergi ke surga untuk memberitahukan hal itu kepada Rasulullah.
Rasulullah begitu bersedih mendengar bahwa masih ada umatnya yang tertinggal di dalam neraka dalam waktu yang sudah begitu lama. Beliau tidak ridha ada umatnya yang masih tertinggal di neraka walau dosanya sepenuh bumi.
Rasulullah SAW pun bergegas hendak pergi neraka.
Tapi di perjalanan beliau terhadang oleh garis batas Malaikat Israfil. Tidak ada seorang pun boleh melintasi garis itu kalau tidak seizin Allah SWT.
Rasulullah SAW pun mengadu kepada Allah SWT, dan akhirnya beliau diizinkan.
Tapi sesudah itu Allah SWT mengingatkan Rasulullah bahwa umat itu telah meremehkan beliau. “Ya Allah, izinkan aku memberi syafa’at kepada mereka itu walau mereka punya hanya punya iman sebesar zarrah.”
Sesampainya Rasulullah di neraka Jahanam, padamlah api neraka yang begitu dahsyat itu.
Penduduk Jahanam pun berucap, “Apa yang terjadi, mengapa api Jahanam ini tiba-tiba padam? Siapakah yang datang lagi?”
Rasulullah SAW menjawab, “Aku Muhammad SAW yang datang, siapa di antara kalian yang jadi umatku dan punya iman sebesar zarrah, aku datang untuk mengeluarkannya .”
Demikianlah kecintaan Rasulullah kepada umatnya, beliau akan memperjuangkan ya sampai di hadapan Allah SWT.Lalu bagaimana kecintaan kita sebagai umat Rasulullah SAW kepada pribadi yang begitu agung itu? UJ dalam lagunya memberi pesan agar kita bershalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, tentu juga Nabi ingin agar kita taat kepada Allah SWT.
Salam,
Uwie
By : Unknown
Subhanallah Satu Gereja Masuk Islam karena Seorang Pemuda Islam di Amerika
0
Sebuah kisah nyata yang terjadi di negerinya Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :
1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu,
4. Dsb.
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu,
4. Dsb.
Simak saja kisahnya
Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.
Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yangg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara
dari ibatu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yangg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara
dari ibatu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmallah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12) .
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah
menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat,
tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu
itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT
berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika
mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba
dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah
kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan
ayah mereka
Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi
Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan
yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan
selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah
tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12) .
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah
menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat,
tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu
itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT
berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika
mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba
dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah
kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan
ayah mereka
Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi
Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan
yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan
selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah
tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana
firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28)
firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28)
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon
adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon
adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “
Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. “
Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.”
Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.”
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.** Subhanallah…!!
(Semua itu tentu dengan Ilmu……)
Salam,
Fenaldy
By : Unknown
Cara Rasulullah Mendidik Anak
0
(gambar hanya Ilustrasi)
Menasihati dan Mengajari Saat Berjalan Bersama
Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas ketika
diajak jalan bersama Rasulullah di atas kendaraan beliau. Dalam
perjalanan ini, beliau mengajarkan kepadanya beberapa pelajaran sesuai
jenjang usia dan kemampuan daya pikirannya melalui dialog ringkas,
langsung dan mudah. Rasulullah bersabda, “Nak, aku akan memberimu
beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas
memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya
dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu
meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya
andaikata manusia persatu padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu,
niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka
telah ditakdirkan oleh Allah untukmu. Dan seandainya mereka bersatu padu
untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat
membahayakanmu, kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah bagimu,
pena telah diangkat dan lembaran catatan telah mengering.”[1]
Menarik Perhatian Anak dengan Ucapan yang Lembut
Adakalanya Rasulullah memanggil anak dengan panggilan yang paling
sesuai dengan jenjang usianya, seperti ungkapan, “Anak muda,
sesungguhnya aku akan memberimu beberapa pelajaran.” Dan seterusnya.
Adakalanya beliau memanggil dengan sebutan, “Anakku” seperti beliau
lakukan kepada Anas saat turun ayat hijab, “Hai anakku, mundurlah kamu
ke belakang.”
Rasulullah menyebut anak-anak Ja’far, putra pamannya, “Panggilkanlah
anak-anak saudaraku.” Beliau pun menanyakan kepada ibunya, “Mengapa aku
lihat tubuh keponakanku kurus-kurus seperti anak-anak yang sakit?”[2]
Seseorang lebih terkesan bila dipanggil dengan julukan, gelar, dan
predikat yang baik dari pada nama aslinya. Tak terkecuali anak-anak.
Ironisnya, yang sering kali kita dapati anak-anak yang dipanggil dengan
julukan tidak enak didengar, seperti: gundul, gembrot, kribo, dan
sebagainya.
Menghargai Mainan Anak dan Jangan Melarangnya Bermain
Apa yang akan Anda katakan ketika mengetahui bahwa Hasan bin Ali
mempunyai anak anjing untuk mainannya, Abu Umair bin Abu Thalhah
mempunyai burung pipit untuk mainannya, dan Aisyah mempunyai boneka
perempuan untuk mainannya. Setelah dinikahi Rasulullah, Aisyah membawa
serta boneka mainannya ke rumah beliau, bahkan Rasulullah mengajak semua
teman-teman Aisyah ke dalam rumah untuk bermain bersama Aisyah.
Realitas seperti ini menunjukkan pengakuan dari Rasulullah terhadap
kebutuhan anak kecil terhadap mainan, hiburan dan pemenuhan
kecenderungan (bakat).
Al Ghazali mengatakan, “Usai keluar dari sekolah, sang anak hendaknya
diizinkan untuk bermain dengan mainan yang disuainya untuk merehatkan
diri dari kelelahan belajar di sekolah. Sebab, melarang anak bermain dan
hanya disuruh belajar terus, akan menjenuhkan pikirannya, memadamkan
kecerdasannya, dan membuat masa kecilnya kurang bahagia. Anak yang tidak
boleh bermain pada akhirnya akan berontak dari tekanan itu dengan
berbagai macam cara.”[3]
Al Ghazali juga menambahkan, “Hendaknya sang anak dibiasakan berjalan
kaki, bergerak, dan berolah raga pada sebagian waktu siang agar tidak
menjadi anak yang pemalas.”
Tidak Membubarkan Anak yang Sedang Bermain
Anas berkata, “Pada suatu hari aku melayani Rasulullah. Setelah
tugasku selesai, aku berkata dalam hati, ‘Rasulullah pasti sedang
istirahat siang.’ Akhirnya, aku keluar ke tempat anak-anak bermain. Aku
menyaksikan mereka sedang bermain. Tidak lama kemudian, Rasulullah
datang seraya mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain.
Beliau lalu memanggil dan menyuruhku untuk suatu keperluan. Aku pun
segera pergi untuk menunaikannya, sedangkan beliau duduk di bawah sebuah
pohon hingga aku kembali….”[4]
Selain penting bagi pertumbuhan mental dan fisik anak, permainan
mereka perlukan sebagaimana orang dewasa memerlukan pekerjaan.
Pikirkanlah dahulu untuk membubarkan mereka saat bermain. Kalau untuk
memperingatkan karena waktu yang tidak tepat atau membahayakan diri dan
orang lain, lakukan dengan penuh bijaksana.
Tidak Memisahkan Anak dari Keluarganya
Abu Abdurrahman Al Hubuli meriwayatkan bahwa dalam suatu peperangan
Abu Ayyub berada dalam suatu pasukan, kemudian anak-anak dipisahkan dari
ibu-ibu mereka, sehingga anak-anak itu menangis. Abu Ayyub pun segera
bertindak dan mengembalikan anak-anak itu kepada ibunya masing-masing.
Ia lalu mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa
memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan
antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.”[5]
Rasulullah juga melarang seseorang duduk di tengah-tengah antara
seorang ayah dan anaknya dalam suatu majelis. Beliau bersabda,
“Janganlah seseorang duduk di antara seorang ayah dan anaknya dalam
sebuah majelis.”[6]
Jangan Mencela Anak
Anas mengatakan, “Aku melayani Rasulullah selama 10 tahun. Demi
Allah, beliau tidak pernah mengatakan, ‘Ah,’ tidak pernah menanyakan,
‘Mengapa engkau lakukan itu?’ dan tidak pula mengatakan, ‘Mengapa engkau
tidak melakukan itu?’.”[7]
Anas juga mengatakan, “Beliau tidak pernah sekali pun memerintahkan
sesuatu kepadaku, kemudian akan manangguhkan pelaksanaannya, lalu beliau
mencelaku. Jika ada salah seorang dari ahli baitnya mencelaku, beliau
justru membelaku, ‘Biarkanlah dia, seandainya hal itu ditakdirkan
terjadi, pastilah terjadi.”
Al Ghazali memberi nasihat, “Janganlah banyak mengarahkan anak dengan
celaan karena yang bersangkutan akan menjadi terbiasa dengan celaan.
Dengan celaan anak akan bertambah berani melakukan keburukan dan nasihat
pun tidak dapat mempengaruhi hatinya lagi. Hendaklah seorang pendidik
selalu menjaga wibawa dalam berbicara dengan anak. Untuk itu, janganlah
ia sering mencela, kecuali sesekali saja bila diperlukan. Hendaknya sang
ibu mempertakuti anaknya dengan ayahnya serta membantu sang ayah
mencegah anak dari melakukan keburukan.”[8]
Mengajarkan Akhlak Mulia
Anas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai anakku, jika engkau
mampu membersihkan hatimua dari kecurangan terhadap seseorang, baik
pagi hari maupun petang hari, maka lakukanlah. Yang demikian itu
termasuk tuntunanku. Barang siapa yang menghidupkan tuntunanku, berarti
ia mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku niscaya akan bersamaku di
dalam surga.”[9]
Al Ghazali mengatakan, “Anak harus dibiasakan agar tidak meludah atau
mengeluarkan ingus di majelisnya, menguap di hadapan orang lain,
membelakangi orang lain, bertumpang kaki, bertopang dagu, dan
menyandarkan kepala ke lengan, karena beberapa sikap ini menunjukkan
pelakunya sebagai orang pemalas. Anak harus diajari cara duduk yang baik
dan tidak boleh banyak bicara. Perlu dijelaskan pula bahwa banyak
bicara termasuk perbuatan tercela dan tidak pantas dilakukan. Laranglah
anak membuat isyarat dengan kepala, baik membenarkan maupun mendustakan,
agar tidak terbiasa melakukannya sejak kecil.”[10]
Mendoakan Kebaikan, Menghindari Doa Keburukan
Jabir bin Abdullah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah
kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, janganlah kalian mendoakan
keburukan untuk anak-anak kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan
untuk pelayan kalian, dan jangan pula kalian mendoakan keburukan untuk
harta benda kalian, agar jangan sampai kalian menjumpai suatu saat yang
di dalamnya Allah memberi semua permintaanmu, kemudian mengabulkan doa
kalian.”[11]
Orang tua harus dapat mengontrol penuh lisannya, agar tidak keluar
ancaman atau ucapan yang bisa menjadi doa keburukan bagi sang anak. Doa
itu tak harus sesuatu yang khusus diucapkan saat bersimpuh di hadapan
Allah. Ucapan seketika, seperti, “Dasar anak bandel,” pun bisa bermakna
doa. Dan doa orang tua kepada anak itu bakal manjur.[12]
Meminta Izin Berkenaan dengan Hak Anak
Sahl bin Sa’ad meriwayatkan bahwa disajikan kepada Rasulullah segelas
minuman, lalu beliau meminumnya, sedang disebelah kanan beliau terdapat
seorang anak dan disebelah kirinya terdapat orang tua. Sesudah minum,
beliau bertanya kepada si anak, “Apakah engkau setuju bila aku memberi
minum mereka terlebih dahulu?” Ia menjawab, “Tidak, demi Allah, aku
tidak akan memberikan bagianku darimu.” Rasulullah pun menyerahkan wadah
itu ke tangannya.[13]
Mengajari Anak Menyimpan Rahasia
Abdulllah bin Ja’far bercerita, “Pada suatu hari Rasulullah
memboncengku di belakangnya. Beliau kemudian membisikkan suatu
pembicaraan kepadaku agar tidak terdengar oleh seorang pun.”[14]
Makan Bersama Anak Sembari Memberikan Pengarahan dan Meluruskan Kekeliruan Mereka
Umar bin Abu Salamah bercerita, “Ketika masih kecil, aku berada di
pangkuan Rasulullah dan tanganku menjalar ke mana-mana di atas nampan.
Rasulullah bersabda kepadaku, ‘Hai bocah, sebutlah nama Allah (berdoa),
makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.’
Maka senantiasa seperti itulah cara makanku sesudahnya.”[15]
Abdullah bin Umar tidak pernah melakukan shalat malam, maka
Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah bin Umar
seandainya dia shalat malam.” Sesudah itu, dia hanya tidur sebentar saja
setiap malamnya.[16]
Berlaku Adil Kepada Anak, Tanpa Membedakan Laki-laki atau Perempuan
Nu’man bin Basyir pernah datang kepada Rasulullah lalu berkata,
“Sungguh, aku telah memberikan sesuatu kepada anak laki-lakiku yang dari
Amarah binti Rawwahah, lalu Amarah menyuruhku untuk menghadap kepadamu
agar engkau menyaksikannya, ya Rasulullah.” Rasulullah bertanya, “Apakah
engkau juga memberikan hal yang sama kepada anak-anakmu yang lain?” Ia
menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah
dan berlaku adillah kamu diantara anak-anakmu.” Nu’man pun mencabut
kembali pemberiannya.[17]
Melerai Anak yang Terlibat Perkelahian
Rasulullah pernah memisahkan dua bocah yang terlibat dalam
perkelahian. Beliau meluruskan pemikiran mereka dan menyerukan kepada
orang-orang dewasa untuk menangkal kezaliman.[18]
Gali Potensi Mereka
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Di antara
pepohonan yang tumbuh di daerah pedalaman terdapat sebuah pohon yang
dedaunannya tidak pernah gugur, dan itulah perumpamaan seorang muslim.
Ceritakanlah kepadaku pohon apakah itu?” Orang-orang menebaknya dengan
beragam pepohonan yang tumbuh di daerah pedalaman tersebut. Ibnu Umar
berkata, ‘Dalam hatiku terbetik bahwa pohon yang dimaksud adalah pohon
kurma, tetapi aku merasa malu untuk mengutarakannya (karena saat itu
usiaku masih sangat muda). Selanjutnya, mereka pun menyerah dan berkata,
‘Ceritakanlah kepada kami wahai Rasulullah, pohon apakah itu?’
Rasulullah menjawab, ‘Itulah pohon kurma’.”[19]
Rangsang dengan Hadiah
Rasulullah pernah membariskan Abdulullah, Ubaidillah dan sejumlah
anak-anak pamannya, Al Abbas, dalam suatu barisan, kemudian beliau
bersabda, “Siapa yang paling dahulu sampai kepadaku, dia akan
mendapatkan (hadiah) ini.” Mereka pun berlomba lari menuju tempat
Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang
memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah
menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.[20]
Menghibur Anak Yatim dan Menangis Karena Mereka
Rasulullah bersabda, “Aku dan pengasuh anak yatim itu di surga
seperti ini.” Beliau menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah dengan
meregangkan sedikit saja.[21]
Rasulullah pernah menciumi dan bercucuran air mata ketika melihat
anak-anak Ja’far menjadi yatim karena ayahnya gugur dalam medan perang,
beliau juga menghibur mereka.[22]
Tidak Merampas Hak Anak Yatim
Rasulullah bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan hak dua orang lemah, yaitu anak yatim dan wanita.”[23]
Dengan demikian, seleksilah benar-benar harta kita. Adakah di dalamnya
hak anak yatim yang kita rampas? Sebab, ancaman memakan harta mereka
begitu jelas dan gamblang.
Melarang Bermain Saat Setan Berkeliaran dan Lindungilah dari penyakit ‘Ain
Rasulullah bersabda, “Apabila malam mulai gelap (malam telah tiba),
tahanlah anak-anak kalian, karena setan saat itu sedang bertebaran.
Apabila telah berlalu sesaat dari waktu maghrib, lepaskanlah mereka….”[24]
Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah melihat anak yang sedang
menangis kemudian beliau bersabda, “Mengapa bayi kelian menangis?
Mengapa tidak kalian ruqyah dari penyakit ‘ain?”[25]
Mengajari Azan dan Shalat
Abu Mahdzurah bercerita, “Aku bersama 10 orang remaja berangkat
bersama Rasulullah dan rombongan. Pada saat itu, Rasulullah adalah orang
paling kami benci. Mereka kemudian menyerukan azan dan kami yang 10
orang remaja ikut pula menyerukan azan dengan maksud mengolok-ngolok
mereka. Rasulullah bersabda, ‘Bawa kemari 10 orang remaja itu!’ Beliau
memerintahkan, ‘Azanlah kalian!’ Kami pun menyerukan azan.
Rasulullah bersabda, ‘Alangkah baiknya suara anak remaja yang baru
kudengar suaranya ini. Sekarang pergilah kamu dan jadilah juru azan buat
penduduk Mekkah.’ Beliau bersabda demikian seraya mengusap ubun-ubun
Abu Mahdzurah, kemudian beliau mengajarinya azan dan bersabda kepadanya,
‘Tentu engkau sudah hafal bukan?’ Abu Mahdzurah tidak mencukur
rambutnya karena Rasulullah waktu itu mengusapnya.[26]
Mengenai shalat, Rasulullah bersabda, “Ajarilah anak-anak kalian
shalat sejak usia 7 tahun dan pukullah ia karena meninggalkannya bila
telah berusia 10 tahun.”[27]
Anas bin Malik berkata, “Pada suatu hari aku pernah masuk ke tempat
Rasulullah dan yang ada hanyalah beliau, aku, ibuku, dan Ummu Haram,
bibiku. Tiba-tiba Rasulullah menemui kami lalu bersabda, ‘Maukah bila
aku mengimami shalat untuk kalian?’ Kala itu bukan waktu shalat. Maka
salah seorang berkata, ‘Bagaimana Anas di posisikan di dekat beliau?’
Beliau menempatkanku di kanan beliau lalu beliau shalat bersama kami…”[28]
Tanpa cangung, Rasulullah mengajak anak shalat berjamaah meski tak
ada orang selain anak tersebut, tanpa ragu pula, beliau mengangkat
pemuda yang membencinya untuk menjadi tukang azan atau muazin kota
Mekkah.
Mengajari Anak Sopan Santun dan Keberanian
Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa Rasulullah pernah meminta
izin kepada anak ketika beliau hendak memberi minum kepada tamu yang
dewasa terlebih dahulu sebelum dia. Namun anak itu menolak. Saat itu
Rasulullah tidak bersikap kasar dan tidak menegurnya.
Di antara keberanian yang beretika ialah anak tidak dibiarkan berbuat
sesuatu dengan sembunyi-sembunyi. Al Ghazali mengatakan, “Anak
hendaknya dicegah dari mengerjakan apa pun dengan cara
sembunyi-sembunyi. Sebab, ketika anak menyembunyikannya berarti dia
menyakini perbuatan tersebut buruk dan tidak pantas dilakukan.[29]
Menjadikan Anak yang Lebih Muda sebagai Imam Shalat dan Pemimpin dalam Perjalanan
Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Bila kalian
sedang berpergian, hendaknya yang menjadi imam adalah yang paling bagus
bacaannya di antara kalian, walaupun ia orang yang paling muda. Bila ia
telah menjadi imam berarti ia adalah pemimpin.”[30]
Dan dikuatkan dengan hadits shahih, Amru bin Salamah berkata,
Rasulullah bersabda, “Hendaknya yang menjadi imam kalian adalah yang
paling banyak bacaan Al Qur’annya.”[31]
Sumber: Syeih Jamal Abdurrahman dalam bukunya yang berjudul “Athfalul Muslimin Kaifa Robaahumun Nabiyyul Amin Saw” yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Agus Suwandi dengan Judul “Islamic Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi” Solo: Aqwam, 2010
salam
Fenaldy
By : Unknown
7 Hal yang membuat diriku heran
0
1. Aku heran melihat orang yang
sudah tau bahwa ia akan mati, namun ia masih tertawa.
2. Aku heran melihat orang yang
sudah tau bahwa dunia akan binasa, namun ia masih mencintainya.
3. Aku heran melihat orang yang sudah
tau bahwa smua perkara terjadi menurut takdir, namun ia masih bersedih karena
kehilangan sesuatu.
4. Aku heran melihat orang yang
sudah tau bahwa di akherat kelak ada perhitungan amal, namun ia masih sibuk
mengumpulkan harta.
5. Aku heran melihat orang yang
sudah kenal dengan neraka, namun ia masih tetap melakukan dosa² besar.
6. Aku heran melihat orang yang
sudah mengenal Allah Subhanahu wa ta'ala dengan yakin, namun ia masih mengenal
yang selain-Nya.
7. Aku heran melihat orang yang
sudah mengenal syaitan sebagai musuh besarnya, namun ia masih mau
mematuhinya."
[Sayyidina 'Ustman bin Affan
radhiyallaahu 'anhu]
By : Unknown


