Tampilkan postingan dengan label Sunnah Rasulullah. Tampilkan semua postingan
menahan amarah
0
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
“ Menahan Amarah “
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Jangan marah, bagimu Surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)
Rasulullah saw: “Janganlah kau marah, maka kau akan mendapatkan surga” [HR: Ahmad dari Abu Darda`]
Ya Nabi, berilah aku wasiat” Rasullalah bersabda,”Jangan marah!” ditanya berulang kali dan tetap dijawab, “Jangan marah!” (HR. Bukhari)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang meredam kemarahannya sedangkan ia mampu melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya di hadapan para pemuka makhluk. Bahkan, Dia memilihkan untuknya bidadari, kemudian mengawinkan dengannya sebanyak yang dia kehendaki," (HR. Abu Daud).
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)
Dari Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Tiada satu tegukan yang ditelan oleh seorang hamba yang disukai oleh Allah daripada satu tegukan marah. Dia menelan kemarahan semata-mata untuk mencari keredhaan Allah. (HR. Ahmad)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).
dari Ibnu Umar, Siapa yang menahan emosinya maka Allah akan tutupi kekurangannya. Siapa yang menahan marah, padahal jika dia mau, dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat. (Diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dalam Qadha Al-Hawaij, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, “Bukanlah orang yang kuat itu yang dapat membanting lawannya, kekuatan seseorang itu bukan diukur dengan kekuatan tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang dapat menahan hawa nafsunya pada waktu marah.” (HR. Bukhari – Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari - Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).
dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Iman terbagi dua separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR.Al-Baikaqi)
Allah berfirman: Jadilah Pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Allah berfirman: “…dan hendaklah mereka Memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
“ Menahan Amarah “
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Jangan marah, bagimu Surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)
Rasulullah saw: “Janganlah kau marah, maka kau akan mendapatkan surga” [HR: Ahmad dari Abu Darda`]
Ya Nabi, berilah aku wasiat” Rasullalah bersabda,”Jangan marah!” ditanya berulang kali dan tetap dijawab, “Jangan marah!” (HR. Bukhari)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang meredam kemarahannya sedangkan ia mampu melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya di hadapan para pemuka makhluk. Bahkan, Dia memilihkan untuknya bidadari, kemudian mengawinkan dengannya sebanyak yang dia kehendaki," (HR. Abu Daud).
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)
Dari Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Tiada satu tegukan yang ditelan oleh seorang hamba yang disukai oleh Allah daripada satu tegukan marah. Dia menelan kemarahan semata-mata untuk mencari keredhaan Allah. (HR. Ahmad)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).
dari Ibnu Umar, Siapa yang menahan emosinya maka Allah akan tutupi kekurangannya. Siapa yang menahan marah, padahal jika dia mau, dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat. (Diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dalam Qadha Al-Hawaij, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, “Bukanlah orang yang kuat itu yang dapat membanting lawannya, kekuatan seseorang itu bukan diukur dengan kekuatan tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang dapat menahan hawa nafsunya pada waktu marah.” (HR. Bukhari – Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari - Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).
dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Iman terbagi dua separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR.Al-Baikaqi)
Allah berfirman: Jadilah Pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Allah berfirman: “…dan hendaklah mereka Memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)
By : Unknown
keutamaan 10hari pertama bulan dzulhijjah
0
Alhamdulillah, wa shalawatu was salammu'ala Rasulallah saw, kita telah masuk pada salah satu bulan suci yaitu bulan Dzulhijjah.
Hari tarwiyah adalah hari pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedang hari Arafah adalah hari tanggal 9 Dzulhijjah.
Dari berbagai sumber.
Alhamdulillah, wa shalawatu was salammu'ala Rasulallah saw, kita telah masuk pada salah satu bulan suci yaitu bulan Dzulhijjah.
Ini adalah bulan dimana umat Islam menunaikan rukun islam yang kelima,
yaitu haji. Disamping itu juga ada ibadah qurban. Dimana umat islam yang
mampu harus menyembelih binatang kurban, seperti kambing, sapi atau
unta. Di bulan Dzulhijjah ini kita disunahkan untuk berpuasa, utamanya
pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Dan berhari raya Idul Adha.
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mempunyai keutamaan dan
keistimewaan luar biasa. Lihatlah Allah telah bersumpah akan hari-hari
tersebut,” Demi waktu fajar dan sepuluh malam (bulan Dzulhijjah)”. (QS. Al-Fajr). Allah tidak bersumpah terhadap sesuatu kecuali mempunyai makna dan keutamaan yang sangat besar.
Keutamaan dan keagungan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas “Tidak
ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh
yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul
Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi SAW menjawab: “Tidak
pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan
jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Dawud).
Lihatlah amal saleh pada hari-hari tersebut disejajarkan bahkan lebih tinggi dari amalan jihad di jalan Allah!
Amal sholeh adalah perbuatan yang mempunyai nilai manfaat bagi diri
sendiri dan orang lain, jika diiringi dengan rasa keimanan dan
keikhlasan karena Allah maka akan mendapat balasan berlipat ganda.
Akhlak dan perilaku mulia terhadap sesama tanpa memandang siapupun dia
juga merupakan amal saleh.
Selain beramal shaleh, sebaiknya isi juga bulan ini dengan memperbanyak
istighfar dan taubat. Iastighfar adalah ucapan astaghfirullah. Sedang
taubat adalah kembali, yaitu kembali kepada Allah, dengan melakukan apa
yang diperintahkanNya dan menjauhi apapun laranganNya.
Taubat perlu diperkuat dengan memperbanyak taqarrub (mendekatkan diri)
kepada Allah dengan amalan-amalan sunah setelah amalan-amalan wajib.
Puasa sunah, shalat-shalat sunah, zikir,doa, sedekah, tilawah al-Qur’an
adalah bagian dari amalan sunah.
“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan
amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah
mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia
gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia
gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan
untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk
berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya
dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari)
Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ada hari Arafah (tanggal 9
Dzulhijjah) -puncak dari ibadah haji- dan hari Nahar (Iedul Qurban). “Puasa Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).
Karena itu jangan kita sia-siakan waktu yang sangat berharga ini, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita isi 10 hari pertama bulan dzulhijjah ini dengan amalan sholeh sesuai dengan kemampuan kita.
Dari Aisyah ra. sesungguhnya ada seorang pemuda yang apabila datang
bulan Dzul Hijjah, keesokan harinya dia selalu berpuasa. Sampailah hal
itu kepada Rasullah saw. Lalu beliau berkata:" Apa yang mendorong Anda melakukan puasa pada hari-hari ini?" Pemuda itu menjawab:"
Demi bapak dan ibuku sebagai tebusan Anda ya Rasullah, sesungguhnya itu
adalah hari-hari masya'ir dan hari-hari haji. Semoga Allah mengikutkan
aku dalam do'a mereka." Beliau saw bersabda:"Sesungguhnya setiap
hari yang Anda puasakan itu balasan pahalanya dapat mengimbangi seratus
budak dan seratus unta dan seratus kuda yang dipakai berjuang di jalan
Allah. Lalu apabila datang hari Tarwiyah, Anda akan mendapatkan dua ribu
budak, dua ratus ribu unta dan dua ribu kuda yang dipakai berjuang di
jalan Allah ta'ala.
Nabi saw bersabda: "Berpuasa pada hari Arafah mengimbangi puasa dua tahun dan berpuasa pada hari Asyura' sama dengan puasa setahun."
Nabi saw bersabda: "Apabila datang hari Arafah, Allah akan
mencurahkan rahmatNya. Tidak ditemukan pembebasan dari neraka yang lebih
banyak dibanding dengan hari itu. Barangsiapa yang meminta kepada Allah
pada hari Arafah mengenai suatu kebutuhan dari berbagai kebutuhan dunia
dan akhirat, tentu Allah akan mengabulkannya. Puasa Arafah akan
menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."
Dari berbagai sumber.
By : Unknown
DAHSYATNYA SURAT AL-IKHLAS
0
Sempatkanlah untuk membaca tulisan ini,Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada suatu ketika bersabda:
"Demi Allah yg jiwaku digenggaman-Nya,sesungguhnya QUL HUWALLAHU AHAD itu tertulis disayap Malaikat Jibrilb a.s.
ALLAHUS SOMAD itu tertulis disayap Malaikat Mikail a.s.
LAMYALID WALAM YUULAD tertulis pada sayap Malaikat Izrail a.s.
WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD tertulis pada sayap Malaikat Israfil a.s.
Berkata Ibnu Abbas r.a.bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Ketika saya (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam) Isra' ke langit,saya melihat Arasy di atas 360.000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yg lain ialah 300.000 tahun perjalanan.
Pada tiap-tiap pilar itu terdapat padang pasir yg jumlahnya 12.000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari timur hingga ke barat.
Pada setiap padang itu terdapat 80.000 Malaikat yg mana kesemuanya membaca Surat Al-Ikhlas.
Setelah mereka selesai membaca Surat tersebut,maka berkata mereka
"Wahai Tuhan Kami,sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kepada orang yg membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan."
Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan Surat Al-Ikhlas.
Suatu ketika 70.000 Malaikat di utus datang kepada seorang sahabat di Madinah yg meninggal.
Kedatangan para Malaikat itu hingga meredupkan cahaya matahari,70.000 Malaikat di utus hanya karena almarhum sering membaca Surat ini.
Anas bin Malik yg saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW untuk memberitakan kejadian yg sedang terjadi di Madinah.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia,maka tubuhnya tidak akan membusuk didalam kuburnya,akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke Syurga."(HR.Qurthuby).
Subhanallah......
Saudaraku fillah....
Semoga kita bisa mengamalkannya setiap waktu.
Sempatkanlah untuk membaca tulisan ini,Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada suatu ketika bersabda:
"Demi Allah yg jiwaku digenggaman-Nya,sesungguhnya QUL HUWALLAHU AHAD itu tertulis disayap Malaikat Jibrilb a.s.
ALLAHUS SOMAD itu tertulis disayap Malaikat Mikail a.s.
LAMYALID WALAM YUULAD tertulis pada sayap Malaikat Izrail a.s.
WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD tertulis pada sayap Malaikat Israfil a.s.
Berkata Ibnu Abbas r.a.bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Ketika saya (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam) Isra' ke langit,saya melihat Arasy di atas 360.000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yg lain ialah 300.000 tahun perjalanan.
Pada tiap-tiap pilar itu terdapat padang pasir yg jumlahnya 12.000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari timur hingga ke barat.
Pada setiap padang itu terdapat 80.000 Malaikat yg mana kesemuanya membaca Surat Al-Ikhlas.
Setelah mereka selesai membaca Surat tersebut,maka berkata mereka
"Wahai Tuhan Kami,sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kepada orang yg membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan."
Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan Surat Al-Ikhlas.
Suatu ketika 70.000 Malaikat di utus datang kepada seorang sahabat di Madinah yg meninggal.
Kedatangan para Malaikat itu hingga meredupkan cahaya matahari,70.000 Malaikat di utus hanya karena almarhum sering membaca Surat ini.
Anas bin Malik yg saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW untuk memberitakan kejadian yg sedang terjadi di Madinah.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia,maka tubuhnya tidak akan membusuk didalam kuburnya,akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke Syurga."(HR.Qurthuby).
Subhanallah......
Saudaraku fillah....
Semoga kita bisa mengamalkannya setiap waktu.
By : Unknown
Manfaat dan Khasiat Bersiwak
0
salam
Fenaldy
- Bersiwak menghilangkan bau mulut yang kurang menyegarkan dan meningkatkan indera perasa.
- Bersiwak menguatkan daya ingat.
- Bersiwak menghilangkan lendir
- Bersiwak menimbulkan bau mulut yang wangi di dalam mulut.
- Bersiwak dapat menembuhkan penyakit.
- Bersiwak menguatkan gusi dan mencegah kerusakan gigi.
- Bersiwak membantu menghilangkan sakit gigi dan mencegah kerusakan pada gigi.
- Bersiwak mengobati sakit kepala.
- Bersiwak menebabkan adanya nur pada wajah.
- Bersiwak menyebabkan gigi berkilau.
- bersiwak menajamkan penglihatan.
- Bersiwak membantu pencernaan.
- Bersiwak menjernihkan suara.
- Faedah terbesar dari bersiwak adalah mendatangkan keridhoan Allah SWT.
salam
Fenaldy
By : Unknown
Kelebihan Bersiwak
0
Dalam buku Qasas as Soilihin, Syeikh Hamid Ahmad Tahir membawakan satu kisah tentang keistimewaan orang yang mengamalkan SIWAK.
Pada kurun kelapan hijrah, kerajaan
Islam di bawah pemerintahan Abbasiyyah telah menyebarkan Islam ke seluruh
pelusuk alam. Ketika mereka memerangi musuh di Negara Samarakand, tentera Islam
tidak dapat menembusi benteng yang dibuat oleh musuh. Benteng yang menjadi
penghalang itu ialah tentera-tentera yang berdiri di sepanjang pintu dan
dinding kota. Keadaan ini merunsingkan panglima tentera Islam.
Salah seorang tentera panglima Islam
di situ mengumpulkan semua tentera di suatu kawasan, kemudian bertanya, “adakah
sesiapa dalam kalangan kita yang tidak menunaikan solat?” Mereka berkata, ”tidak!”.
“Adakah sesiapa dalam kalangan kita
yang ada meninggalkan satu daripada sunnah Nabi?”, tanya panglima itu lagi.
Semuanya terdiam. Setelah berfikir
dan bertanya sesama sendiri, barulah
mereka tersedar di sepanjang peperangan, mereka terlupa sunnah BERSIWAK ketika
wuduk dan solat. Mereka segera memanjat pohon kurma dan beberapa pohon kayu dan
mengambil kayu yang sesuai untuk bersiwak.
Tidak lama kemudian, muazzin
melaungkan azan dan semua tentera sedia untuk menunaikan solat. Ketika itu,
pengintip dari pihak musuh menyelinap masuk ke khemah tentera Islam untuk
mendapatkan berita tentang tentera Islam. Mereka terus menjadi gementar dan
menggigil ketakutan dan segera berlari kepada kaumnya untuk membawa satu berita
yang dahsyat!
Mereka berkata kepada kaumnya,
“sesungguhnya musuh kita bukanlah sembarangan manusia. Aku lihat orang Islam
sekarang ini sedang mengasah gigi-gigi mereka dengan kayu untuk memakan kita
seorang demi seorang.Maka bersedialah kamu untuk DIRATAH MEREKA!
Mereka menyangka perbuatan siwak
yang dilakukan tentera Islam itu seperti orang mengasah sesuatu dan mereka
menganggap orang Islam ialah sejenis kaum yang memakan daging manusia. Mereka
menjadi gerun dan sedia berundur dari medan perang. Akhirnya tentera Islam
Berjaya menawan kota tersebut dengan cepat
dan mudah.
Setelah penduduk kota itu memeluk
Islam dan menggunakan siwak sebagai sunnah harian, mereka akan ketawa jika
menggunakannya.
“Kami dikurniakan Islam dengan berkat SUNNAH BERSIWAK, maka hidupkanlah kami,Ya Allah dalam agama Islam dan dalam keadaan sentiasa melazimi sunnah.”
sumber : http://iqrac.blogspot.com/2013/02/kelebihan-bersiwak.html
salam
Fenaldy
By : Unknown




